Industrial Policy Lab Indonesia adalah Lembaga pemikir yang berdedikasi untuk memajukan agenda reindustrialisasi Indonesia.
Kami percaya bahwa Indonesia yang makmur, hijau, dan berdaulat hanya bisa terwujud melalui fondasi industri yang kokoh — Indonesia yang benar-benar industrial.
Tantangan Deindustrialisasi Prematur.
Sejak awal milenium, basis industri Indonesia terus melemah, mengikis kemampuan negara dalam menciptakan lapangan kerja yang layak dan sumber pertumbuhan yang berkelanjutan. Sebaliknya, Indonesia semakin bergantung pada ekspor komoditas sebagai penggerak utama pertumbuhan.
Meski model ini sempat membawa keuntungan besar di masa kejayaan komoditas, ia kini semakin tidak dapat diandalkan di tengah dunia yang dibentuk oleh imperatif dekarbonisasi dan persaingan geopolitik yang semakin intens.
GAMBAR DARI: WIKIPEDIA COMMONS
Reindustrialisasi berkelanjutan adalah kunci untuk menjawab tiga tantangan kritis yang dihadapi Indonesia.
Tiga Imperatif Strategis.
Pertumbuhan Ekonomi
Menciptakan lapangan kerja yang layak dalam skala besar dan mendorong kemakmuran melalui lapangan kerja yang produktif dan peningkatan pendapatan riil.
Krisis Iklim
Membangun fondasi industri agar Indonesia dapat memenuhi komitmen net-zero-nya dan meraih keunggulan kompetitif dalam ekonomi rendah karbon.
Ketahanan Geopolitik
Menjaga kedaulatan Indonesia dalam pengambilan keputusan ekonomi dan membangun ketahanan rantai pasok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Apa Yang Kami Lakukan
Riset
Kami mengkaji industrialisasi, transformasi struktural, keuangan industri, dan fondasi kelembagaan dari kapabilitas produktif.
Advokasi Kebijakan
Kami berupaya membawa gagasan kebijakan industri berbasis bukti ke dalam proses pengambilan kebijakan dan perdebatan publik.
Keterlibatan Masyarakat Sipil
Kami bekerja untuk memperluas pemahaman publik tentang kebijakan industri dan membantu membangun basis dukungan yang lebih luas untuk perubahan struktural yang adil dan berkelanjutan.
Dewan Pembina dan Pengawas
Yorga Permana, PhD
Yorga Permana merupakan anggota Pembina Industrial Policy Lab. Ia juga seorang spesialis kebijakan pasar tenaga kerja, yang menjabat sebagai penasihat ahli di Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia dan Asisten Profesor di School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung.
Karyanya berfokus pada ekonomi ketenagakerjaan, penciptaan lapangan kerja, dan masa depan dunia kerja, dengan penelitian yang diterbitkan di Regional Studies dan New Technology, Work and Employment. Ia juga berkontribusi pada diskursus publik melalui tulisan-tulisannya di Kompas, The Jakarta Post, LSE Southeast Asia Blog, dan The Conversation. Ia memegang gelar PhD dari London School of Economics and Political Science (LSE).
Pembina
Rifqi Febrian, MPA
Pengawas
Rifqi merupakan Pengawas Industrial Policy Lab. Penelitiannya mengeksplorasi bagaimana kebijakan energi dan ekonomi, serta dinamika politik di sekitarnya, membentuk perubahan teknologi di sektor industri hijau di negara-negara berkembang. Ia menggunakan berbagai metode, mulai dari pemodelan sistem energi hingga evaluasi dampak, untuk menghasilkan bukti yang mempertajam kebijakan energi dan ekonomi.
Rifqi saat ini merupakan mahasiswa doktoral dalam kebijakan teknologi dan energi di Princeton University, dan memegang gelar Sarjana teknik elektro dari Institut Teknologi Bandung serta Master of Public Administration dari Columbia University.
Januardy Djong, MBA
Januardy merupakan anggota Pembina Industrial Policy Lab. Keahliannya mencakup strategi, kebijakan industri, infrastruktur, energi, dan investasi, dengan fokus khusus pada kondisi kelembagaan dan pasar yang mendorong transformasi ekonomi jangka panjang.
Beliau membawa pengalaman di bidang investasi, konsultasi manajemen, dan sektor energi. Sebelumnya ia bekerja di sebuah perusahaan investasi infrastruktur, di McKinsey & Company di New York, dan di Royal Dutch Shell di Belanda, di mana pekerjaannya mencakup strategi, evaluasi investasi, dan keputusan alokasi modal besar. Ia memegang gelar MBA dari Harvard Business School, MSc dalam Analisis Teknik dan Kebijakan dari Delft University of Technology, dan BEng dari Nanyang Technological University.
Pembina
Tim Manajemen Inti
Faris Abdurrachman, MS
Faris merupakan Ekonom Utama di Industrial Policy Lab. Penelitiannya berfokus pada ekonomi makro dan ekonomi pembangunan, khususnya dalam perancangan kebijakan industri untuk ekonomi berkembang.
Faris membawa pengalaman luas dalam analisis kebijakan dan pemahaman yang mendalam tentang ekonomi serta metode kuantitatif ke dalam tim Industrial Policy Lab. Sebelumnya, ia merupakan Research Analyst di International Monetary Fund. Ia memegang gelar MS dalam Ekonomi Kuantitatif dari New York University Stern School of Business dan BA dalam Ekonomi dari Universitas Indonesia. Di luar pekerjaan, Faris menghabiskan waktunya bermain dengan kucing tabby-nya, atau bepergian bersama istri tercintanya.
Kepala Ekonom
Kafi Prasetya, MSc
Kafi merupakan Kepala Kebijakan di Industrial Policy Lab. Ia berlatar belakang insinyur dan berpraktik sebagai analis kebijakan. Pengalamannya mencakup pemerintahan, sektor swasta, dan lembaga regional.
Ia telah berkontribusi pada kebijakan tingkat nasional melalui Kementerian Investasi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia. Kafi juga membawa perspektif regional dari masa tugasnya di Sekretariat ASEAN. Latar belakangnya sebagai konsultan dan manajer proyek memberinya pemahaman yang konkret tentang bagaimana kebijakan bekerja di lapangan. Ia memegang gelar BE dalam Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung dan MSc dalam Lingkungan, Politik dan Pembangunan dari SOAS University of London.
Kepala Kebijakan
Bambang Trihadmojo, M.Sc, MA
Kepala Keberlanjutan
Bambang Merupakan Kepala Keberlanjutan di Industrial Policy Lab. Karyanya berfokus pada dekarbonisasi, keuangan iklim, perilaku berkelanjutan, dan konservasi alam.
Bambang mendorong industrialisasi hijau di Indonesia melalui kerja sama internasional. Ia aktif berpartisipasi dalam negosiasi iklim global, termasuk Konferensi Para Pihak UNFCCC dan Komite Tetap Keuangan. Ia memegang gelar BPsych dari Universitas Muhammadiyah Malang, MA dalam Sosiologi dari Northwestern University, dan MSc dalam Psikologi Sosial dari Lancaster University. Bambang juga seorang traveler yang gemar mendaki dan menikmati forest bathing.
Nadine Hafiza
Manager Keuangan dan Operasional
Nadine mengawasi keuangan dan operasional Industrial Policy Lab. Sebelumnya ia mengelola proyek investasi dan kebijakan pemerintah sebagai konsultan sektor publik untuk sebuah badan usaha milik negara.
Ia sedang menyelesaikan gelar M.S. dalam Green Growth and Sustainability di KAIST. Penelitiannya berfokus pada analisis tekno-ekonomi (TEA) dan penilaian siklus hidup (LCA) sumber daya mineral. Nadine meraih gelar sarjananya dalam Teknik Lingkungan dari Universitas Indonesia. Ia senang berolahraga di gym dan belajar bahasa Korea di waktu luangnya.
Informasi Entitas
Industrial Policy Lab Indonesia beroperasi di bawah Yayasan Transformasi untuk Negeri, sebuah yayasan nirlaba yang terdaftar berdasarkan hukum Indonesia.
Yayasan Transformasi untuk Negeri adalah entitas yang terdaftar secara resmi dengan Nomor Sertifikasi AHU-000692.AH.01.04.Tahun 2026, yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Hubungi Kami
Untuk pertanyaan dan permintaan kemitraan, silakan hubungi kami melalui contact@industrialpolicylab.id.